Antara waktu dan durasi

Seperti banyak yang sudah bilang “Cuma waktu yang bisa menjawab”. Waktu memang misterius, lebih misterius dari misteri-misteri yang telah dipecahkan Scooby Doo and friends. Terus apa itu waktu?. Menurut seorang filsuf asal Perancis, Henri Bergson waktu itu dibedakan menjadi 2 jenis: Time and Duration atau waktu dan durasi. Penjelasannya begini time atau waktu adalah yang kita kenal selama ini sebagai satuan matematis yang mempunyai ukuran dengan satuannya yakni jam, menit,dan detik. Berkaitan dengan revolusi matahari, jadi kalau matahari sudah tak ber revolusi maka tak ada lagi waktu. Sedangkan duration adalah waktu dalam persepsi dan kesadaran manusia; lama dan sebentar. Misalnya ketika dua orang sedang melakukan aktivitas pada waktu yang sama pukul 13.00-14.00 dengan jenis kegiatan yang berbeda. Misalnya yang satu sedang menunggu kereta api di stasiun sedangkan yang satu sedang bermain basket di lapangan sekolah. Bagi orang yang menunggu kereta 1 jam mungkin terasa lama sedangkan bagi yang bermain basket 1 jam terasa hanya beberapa menit atau sebentar.

Waktu adalah satu-satunya aset yang dimiliki manusia yang diberikan Tuhan dalam jumlah yang sama, 24 jam. Yang membedakan adalah cara manusia menggunakan waktu. Waktu seperti pelari maraton yang tak kenal lelah dan tak pernah berhenti serta tak akan pernah kembali. Waktu itu egois dan individualis. Tak peduli tentang keadaan kita yang menangis atau tertawa.

Terkait dengan waktu, ilmuan besar sepanjang massa Albert Einstein menganggap bahwa semua yang ada di dunia ini adalah relatif, tak ada yang pasti. Karena waktu itu terus berjalan dan selalu berubah maka waktu adalah sebuah ketidakpastian paling besar di dunia ini.

Who can say where the road goes,
Where the day flows?
Only time…

And who can say if your love grows,
As your heart chose?
Only time…

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *