Getting maturer

Sudah tanggal 29 September lagi. Terasa lebih cepat dari yg dirasakan. Secepat menempuh jarak Sragen-Solo, Jakarta-Bogor,atau Indramayu-Bandung.

Meski berlalu begitu cepat, namun semua proses dalam kehidupan ini saya nikmati sebagai anugrah tak terhingga dari Allah SWT sang pemilik semesta. Terutama untuk kesempatan hidup di tahun ke-23 ini. Umur yg masih begitu hijau untuk tumbuh, masih terlalu kekanak-kanakan untuk dibilang dewasa, dan masih terlalu muda untuk dibilang tua :). Meski belum punya pencapaian apa-apa untuk dibanggakan kecuali sepasang sepatu jogging untuk menemani lari sore, tp percayalah saya menikmati setiap proses yg ada.

29. Dua untuk dunia yang penuh dualitas, sembilan untuk tekat, mimpi,dan keterbukaan. Kalian tentu tahu bahwa dunia ini adalah tentang dualitas: Hitam-putih, baik-buruk, sedih-bahagia, laki2-perempuan, atas-bawah,cinta-benci dan lain-lain. Sedangkan pada hakikatnya manusia diciptakan untuk saling berbagi melalui keterbukaan menerima dan keikhlasan memberi. Yang lebih memberi yang kurang, yg kurang belajar untuk cukup.

Usia manusia mungkin ada batasnya, tp kasih sayang dan kebaikan pasti tak terbatas. Di tahun ke-23 ini semoga tetap menjadi bagian dari anak tangga untuk terus bertumbuh menjadi manusia yang semakin dewasa. Semakin ikhlas untuk berbagi dan semakin lapang untuk menerima. Untuk teman-teman yg telah mendo’akan, saya berharap hal yg sama juga terjadi pada teman-teman sekalian. Semoga kebaikan dan keberuntungan selalu menyertai kita semua. Semoga akan selalu ada lebih banyak tawa daripada air mata. Semoga tetap bahagia seperti September yg selalu ceria 😉

Thaks to:

Especially for Gusti Dwi Agustin a.ka. Dea(r). And

@unetnunet
@iphi_in
@zhy777
@vidyaditianik
@zakiarsyad
@efendi_ND
@enisahelis
@isma_yuliani129
@nenimaesaroh
@Arros097001
@sekarfebri
@oomnurul
@Diasaryani
@noyanora

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *