Gunung Berapi dan Kesadaran Manusia

gunung berapi

Setelah beberapa waktu lalu membaca sejarah letusan gunung Tambora di Wikipedia, barusan giliran baca sejarah letusan gunung Toba. Di Wikipedia, penjelasan letusan gunung Toba memang tidak sedetail Tambora. Namun, disana dituliskan bahwa letusan gunung Toba merupakan letusan paling besar yang pernah terjadi di muka bumi. Letusannya masuk skala 8 yg merupakan skala tertinggi dalam index letusan gunung berapi (VEI: Volcano explosivity index)

Sebagai perbandingan, letusan gunung Tambora yang terjadi 2 abad lalu (skala 7 VEI) menewaskan lebih dari 70rb orang. Lokasi gunungnya berada di NTB tapi suara letusan dan hempasan abunya sampai ke hampir seluruh pulau di Indonesia (Jawa, Bali, Madura Sumatra dll). Efek letusannya bahkan bisa dirasakan sampai Eropa dan Amerika. Akibat letusan ini pula tiga kerajaan yang ada di NTB lenyap: Kerajaan Tambora, Kerajaan Pekat dan Kerajaan Sanggar

Kembali ke Toba. Gunung ini berada di pulau Sumatra dimana pulau ini dikenal memiliki rangkaian gunung api paling aktif di dunia. Dan saat ini salah satu gunung api yang ada pulau itu, Sinabung, masih terus bergejolak. Dan kita tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi seandainya gunung Sinabung (atau gunung yg lainnya) meletus dengan skala tinggi dalam hitungan VEI. Satu gunung saja bisa menghentakkan satu pulau bahkan negara. Bagaimana dengan 2 atau bahkan lebih?. Sulit dibayangkan betapa dahsyat efek yang akan ditimbulkan

Saya jadi teringat dengan letusan gunung Kelud yang terjadi awal tahun 2014 lalu. Kebetulan waktu itu sempat ikut dalam acara penggalangan dana untuk membantu saudara-saudara kita di sekitar gunung Kelud

Gunung Kelud tidak terlalu besar. Ketinggiannya bahkan hanya 1.731 mdpl. Tapi, efek yang ditimbulkan dari letusan itu cukup hebat. Saya yang tinggal di Solo turut merasakan empasan abu vulkanik dari gunung Kelud. Efeknya (di Solo) bahkan lebih hebat dari erupsi Merapi tahun 2010

Saya yang termasuk orang yang suka mendaki gunung (walau masih newbie), jadi sadar betapa dahsyatnya kekuatan alam. Saya jadi membayangkan seandainya alam, melalui gunung berapi, kembali marah akibat ulah manusia yang belakangan sering memperlakukan alam seenaknya sendiri. Buang sampah sembarangan, exploitasi kekayaan alam besar-besaran dan sederet aksi rakus dan apatis lainnya

Saya juga amat bersyukur karna dengan mendaki gunung saya jadi orang yang selalu mawas diri bahwa saya bukanlah apa-apa. Paling tidak, saya jadi tahu tentang sejarah sebuah letusan gunung yang efeknya ternyata sangat dahsyat. Sehingga saya jadi lebih punya kesempatan untuk sejenak membayangkan tentang kekuatan Tuhan yang punya kuasa penuh atas alam semesta. Ya, Tuhan memang Maha Berkuasa atas segala sesuatu yang ada di muka bumi. Dan manusia harusnya tahu itu.

Manusia harusnya juga tahu posisinya sebagai khalifah di muka bumi yang tugasnya untuk menjaga bumi. Bukan malah merusaknya

Btw, postingan ini dipublish bertepatan dengan Hari Bumi. Jadi, selamat Hari Bumi untuk semuanya. Semoga kita sadar kalau Bumi kita juga butuh kasih sayang 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *