Kebiasaan Buruk Yang Dibanggakan

WP_20140511_117

Masa muda adalah masa yang paling indah. Kalau disuruh memilih semua orang pasti akan memilih untuk hidup diusia antara 17-30 tahun

Masa muda juga sangat identik dengan coba-coba. Mencoba hal ini itu untuk menemukan jati diri. Mencoba pergi kesana kemari untuk eksistensi diri. Ya memang begitulah kehidupan anak muda. Penuh cerita

Sadar atau tidak, ada beberapa hal buruk yang pernah kita lakukan dimasa muda dimana hal itu justru menjadi sebuah kebanggaan. Saya sendiri juga heran dan baru menyadari hal ini beberapa waktu lalu. Bahwa kadang, kita seolah bangga telah melakukan sebuah tindakan bodoh, keisengan, dan tindakan-tindakan usil lain yang merugikan diri sendiri dan orang lain

Misalnya begini.

Ketika kamu sedang nongkrong sama teman-teman SMP atau SMA dan asik membicarakan tentang masa lalu, perhatikan apa yang diceritakan oleh teman-teman kamu. Bisa jadi satu diantara teman kamu tersebut akan menceritakan tentang pengalaman bolos sekolah dengan bangganya. Atau pengalaman mengintip teman perempuan di kamar mandi dengan tanpa merasa bersalah

Betul, kadang kita begitu bangga dengan sebuah kebiasaan buruk yang kita lakukan dimasa lalu. Padahal kita tahu bahwa hal itu sama sekali tidak benar. Saya khwatir kalau kebiasaan ini terus kita pelihara (maksudnya kebiasaan membanggakan kebiasan buruk), akan berdampak pada generasi dibawah kita. Bukan tidak mungkin bahwa hal itu akan menjadi semacam pembelaan bagi mereka untuk melakukan kebiasaan buruk yang sama

Keisengan semacam itu tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah tapi juga di tempat-tempat umum. Coba perhatikan, berapa banyak tembok yang tadinya bersih berubah menjadi tidak karuan gara-gara aksi vandal. Atau cobalah datang ke toilet stasiun dan perhatikan pintu bagian dalam. Pasti ada coretan-coretan aneh yang dilakukan oleh orang-orang kurang kerjaan

Mulai saat ini sepertinya kita harus mulai menghilangkan kebiasaan membanggakan kebiasaan buruk ini. Agar baik bagi orang lain, generasi penerus, lingkungan, negara dan yang paling penting. Diri kita sendiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *