Kerja Nggak Harus Ngantor

98053812

Entah kenapa tiba-tiba pengin nulis judul kayak gitu. Udah kayak orang keren aja 😎

Ada sebuah kutipan bagus dari Kahlil Gibran soal keindahan. Bunyinya begini: “Keindahan adalah gambar yang kau lihat walau kau menutup matamu. Dan nyanyian yang kau dengar walau kau menutup telingamu”

Keindahan memang kadang tidak pernah nyata, atau belum nyata. Sesuatu yang saat ini belum nyata itulah yang justru harus dikejar dan diperjuangkan asalkan ada keyakinan yang mendasarinya. Bukankah surga itu juga belum nyata? Dan berapa banyak orang yang berusaha untuk mengejar surga. Saya kira semua orang kepengin masuk surga. Bahkan preman sekalipun

Keindahan dan pekerjaan sebenarnya saling memiliki keterkaitan. Saya selalu menganggap bahwa tujuan dari sebuah pekerjaan atau usaha apapun adalah memperoleh suatu keindahan. Keindahan dalam bentuk apapun itu. Kebahagiaan, materi atau keindahan yang lain. Masalahnya, ada beberapa orang yang menganggap bahwa bekerja itu harus pergi keluar rumah dan duduk di kursi empuk dalam ruangan nyaman yang disebut kantor. Mungkin itu ada benarnya jika yang dikejar adalah status alias pengakuan “saya sudah kerja”

Saya memang tidak (setidaknya sampai sekarang) memilih jalan itu sebagai tujuan hidup saya. Bukannya saya sok anti mainstream atau benci dengan kerja kantoran. Jujur dari dalam hati saya juga kepengin sekali duduk di meja kantor, sesekali bergosip soal bos yang galak atau kalau ada karyawan yang kedapatan terjebak cinlok. Yang menjadi masalah adalah, sulit sekali menemukan pekerjaan kantoran yang benar-benar sesui dengan hati nurani. Sehingga pada akhirnya saya memutuskan untuk menjadi penulis di dunia maya yang tentu saja tidak punya kantor karna asal ada koneksi internet saya bisa bekerja. Dimanapun

Ada sebuah nasihat yang mengatakan bahwa salah satu ciri orang yang akan berhasil adalah kemampuannya untuk melihat sesuatu yang tidak tampak. Dalam hal ini adalah hasil yang akan diraih di masa mendatang yang bagi sebagian orang masih abstrak. Dunia yang saya pilih memang tidak bisa dilihat sebagai sesuatu yang keren. Bahkan cenderung terlihat seperti seorang pengguran yang sok sibuk πŸ˜€

Saya memang masih nomaden dalam bekerja. Kadang di kos, kadang di kampus dan kadang juga di rumah temen. Tapi bukan berarti saya tak punya tujuan. Ya, itu tadi, salah satu ciri orang yang akan berhasil adalah mampu melihat suatu keindahan yang tidak tampak. Dalam dua atau tiga tahun lagi, jika Allah mengijinkan mungkin saya akan menyewa kantor biar tidak terus-menerus dianggap sebagai pengangguran. πŸ˜€

Credit foto:Β Tom Hoover: Gettyimages

Comments

  1. virmansyah

    aku dulu juga pernah, nggak mau suruh ngantor, lha nyoba ngantor isinya cuma karyawan yang pada ngrudel ngomongke elek.e bos lah, karyawan lain lah, gaji sitik lah, pada nggosip lah. Nggak kuat aku dengan yang kayak gitu :v lantas milih freelance saja

    1. Post
      Author
    1. Post
      Author
  2. Amri

    Wah cocok banget mas tulisannya… Sempet ditawarin kerja juga dikantor tapi ya lihat suasana masih ada kuliah + suasana nyaman dirumah jadi mending kerja part time di depan layar aja. πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *