May Day At Pantai Srau

pantai srau4

Sudah lumayan lama saya enggak piknik ke pantai. Terakhir kali main ke pantai kalau tidak salah waktu ngecamp di Parang Tritis tahun lalu

Di May Day 2015 kemaren saya dan para gengs menghabiskan waktu dengan liburan ke pantai Srau di Pacitan. Lumayan jauh, tapi seru banget

Berawal dari sebuah telfon dari Zidni saat saya sedang nongkrong di wedangan di Solo Baru. Dia ngajakin saya untuk main ke pantai. Saya tanya siapa saja yang ikut terus naik apa. Dia bilang kalau ada sekitar 6 orang yang ikut sedangkan untuk ke pantainya naik mobil si Iphin. Saya ayoin aja mumpung lagi ada ongkos. Lagipula udah lama juga enggak main ke pantai

Jumat pagi (1 Mei 2015) sekitar jam setengah delapan saya cus ke rumahnya Iphin karna meeting poinnya disepakatin disana. Enggak sampai sejam setelah semua kumpul, kita langsung berangkat

Perjalanan ke pantai Srau, yang lokasinya di Pacitan, membutuhkan waktu kira-kira 4 jam dari Solo. Waktu tempuh perjalanan berangkat kemaren sedikit lebih lama daripada perjalanan pulang karna kepotong Juma’atan

Total ada 6 orang kemaren yang ikut ke Srau. Ada si saya, Iphin, Rio, Zidni, Ian dan Fendi. Kecuali Zidni, ini adalah pertama kalinya kita main ke Srau. Perjalanan ke Srau dari Solo bisa ditempuh dari Wonogiri. Memasuki area Pacitan, jalannya lumayan asik (untuk memacu adrenalin) karna terdapat banyak belokan tajam. Untungnya yang nyetir, si Iphin udah canggih, jadi kita aman. Kemaren kita sempet nyasar. Kita hampir saja ke kota Pacitan dan sempet ke arah pantai Teleng Ria juga. padahal jarak pantai Srau dan kota Pacitan lumayan jauh. Sekitar setengah jam-an kita nyasar

Lokasi pantai Srau ini lumayan mblusuk. Di desa Candi, kecamatan Pringkuku. Pantai ini masih sepi banget. Asik buat main sama teman-teman. Kalau temen-temen bilang sih private bitch beach. Pantainya keren. BANGET

WP_20150501_015

Pantai Srau terbagi atas tiga bagian dimana masing-masing bagian dipisahkan oleh tebing karang. Jarak antar bagian pantai sekitar 200-an meter

Setibanya di pantai Srau kita langsung main di pantai yang pertama. Disini kita main bola 3 on 3 dan tentu saja, foto-foto. Di pantai yang pertama ini saya sempat berjalan di sudut selatan yang terdiri atas batuan karang. Ada lubang-lubang bebatuan karang yang terdapat genangan air. Beberapa ikan kecil terjebak diantara lubang tersebut. Terlihat lucu melihat ikan-ikan kecil yang terjebak disana. Seperti kolam ikan tapi terbentuk oleh alam

Puas dengan pantai yang pertama kita langsung menuju pantai kedua. Tak banyak kegiatan yang kita lakukan disini. Cuma foto-foto sebentar karna sudah tidak tahan untuk ke pantai yang ketiga untuk bermain air

Fyi, pantai pertama dan kedua ini sangat tidak swimingable. Karna bibir pantainya merupakan karang. Kurang pas buat main kejar-kejaran ombak. Barulah di pantai yang ketiga kita bisa main air sepuasnya. Tapi, sebelum basah-basahan, kita mendaki sebuah bukit yang ada di sekitar situ untuk mencari spot foto serta melihat pemandangan laut lepas yang spektakuler. Pemandangan dari bukit ini memang keren banget. Di bukit ini ada spot yang cukup datar untuk mendirikan tenda. Kebetulan kemaren pas saya kesana ada sebuah tenda yang sedang ditinggal pemiliknya jalan-jalan. Asumsi saya, ini adalah semacam tenda buat honeymoon

pantai srau10

Setelah puas menikmati pemandangan dan mengambil beberapa foto, kita langsung menuju pantai untuk main air. Sebelumnya, kita main bola lagi. Leg kedua. Dan tim saya, yang terdiri atas saya, Fendi dan Ian menang telak. Hell yeah

Ombak di pantai Srau ini lumayan tinggi. Saya enggak tahu tinggi ombak paling ideal untuk berselancar. Tapi sepertinya ombak yang ada di pantai ini cukup tinggi untuk kegiatan tersebut. Di pantai ini, saya dan teman-teman bermain kejar-kejaran sama ombak. Karna di pantai ketiga ini bibir pantainya masih berupa pasir, jadi kita bisa manja-manjaan dengan ombak. Seru dan bikin nagih

Suatu saat, kalau ada kesempatan lagi, saya mau banget main kesini. Tapi sama kamu. Iya kamu 😀

Kalau mau lihat-lihat foto pantai Srau lebih banyak, silakan mampir kesini yee

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *