memajukan negeri dengan opensource

Masih teringat ketika beberapa hari lalu kasus video mesum mirip artis xxx dan yyy menjadi trending topic di twitter atau ketika muncul sebuah gerakan facebooker yang mendukung eksistensi sebuah lembaga pemerintah anti korupsi. Hal ini menunjukkan betapa masyarakat Indonesia sangat tanggap ketika terjadi sebuah kasus tertentu. Sayang sekali hal-hal diatas merupakan beberapa contoh kasus yang menunjukkan betapa buruknya citra negeri ini di mata dunia. Hal ini masih diperparah dengan tingkat pembajakan baik itu karya seni maupun perangkat lunak yang sangat tinggi. Khusus untuk perangkat lunak bisa dibilang sebagian besar masyarakat Indonesia masih menggunakan perangkat lunak ilegal untuk mendukung pekerjaan sehari-hari. Contoh nyata yang bisa diambil sebagai landasan hipotesa tersebut adalah dengan melihat sistem operasi yang digunakan di dalam laptop mahasiswa di kampus-kampus (termasuk kampus saya) sebagian besar (sekitar 78%) sistem operasi yang tertanam dalam laptop mahasiswa masih sistem operasi ilegal, ini belum termasuk aplikasi-aplikasi pendukung yang digunakan (terutama aplikasi perkantoran). Oleh karena itu marilah kita jadikan negara kita yang sudah terpuruk di segala aspek ini untuk bisa terlihat lebih baik dimata dunia. Bagaimana caranya?. Salah satu hal mudah yang bisa kita lakukan adalah dengan menggunakan softaware-software legal dengan membeli lisensi asli dari vendor penyedia perangkat lunak tertentu atau dengan menggunakan software-software berbasis opensource (recomended). Kenapa opensource? jawaban singkatnya adalah karena opensource didistribusikan dibawah lisensi GNU GPL (GNU General Publik Lisence) yang artinya siapapun diperbolehkan untuk menggunakan, menggandakan, menyalin, memodifikasi, dan mengembangkan tanpa harus membayar izin lisensi, sementara jika menggunakan software-software proprietary (berbayar) budget yang harus dikeluarkan untuk membeli lisensi sangat mahal, bisa mencapai 2 sampai 4 juta hanya untuk sebuah sistem operasi dan aplikasi perkantoran. Sementara jika menggunakan opensource budget yang dikeluarkan hanya sekitar Rp.2.500 (biaya membeli cd). Terkait penggunaan software-software berbasis opensource berikut ini beberapa tips yang mungkin berguna

  • membiasakan diri untuk menggunakan aplikasi-aplikasi berbasis opensource untuk kegiatan kerja sehari-hari. misal untuk mengetik dokumen bisa menggunakan open office, exaile untuk memutar musik, vlc untuk memutar video, firefox untuk merambah internet dll
  • bagi mahasiswa IT yang bercita-cita sebagai programmner gunakan compiler-compiler berbasis opensource misal gcc atau g++ untuk mengkompilasi kode program atau menggunakan bahasa pemprograman yang multi platform misal java atau php.

Jika memang kita ingin memajukan negeri ini, saya kira langkah kecil ini bisa menjadi sebuah jalan yang bisa dilakukan. Daripada harus menunggu timnas PSSI tampil di pagelaran piala dunia atau menunggu piala thomas kembali direbut oleh tim putra bulutangkis :D.

terinspirasi oleh tulisan pak rus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *