Merdeka Dalam Berkarya, Mandiri Dalam Bekerja

puncak merapi

Merdeka dalam berkarya, mandiri dalam bekerja. Saya mendapatkan kata-kata itu ketika sedang jalan-jalan ke situsnya Endank Soekamti. Mudah sekali untuk memahami apa maksud kalimat itu. Sebagai sebuah band indie, Endank Soekamti ingin berkarya secara bebas dan jujur, tanpa ada intervensi dari pihak manapun. Di sisi lain, mereka tentu juga ingin karya itu bisa menghasilkan rupiah untuk hidup.

Saya sangat suka dengan motto tersebut. Sebagai seseorang yang tidak kerja ikut orang, mencapai sebuah kemandirian secara finansial dengan mengandalkan karya adalah sebuah prestasi yang tidak bisa dibilang biasa. Tak semua orang bisa melakukannya.

Saat ini saya juga berjalan menuju ke sana. Saya berkarya dengan apa yang saya bisa, membuat tulisan di blog untuk dibaca orang banyak. Saya selalu berharap bahwa tulisan-tulisan yang saya buat, entah bagaimana caranya, bisa memberikan manfaat untuk orang lain. Dan tentu saja, juga bisa memberikan manfaat untuk diri saya sendiri dalam hal materi. Karna biar bagaimanapun, seseorang tetap butuh itu, bukan?

Sejauh ini ketika sedang membuat artikel untuk yukpiknik.com dan bettertechtips.com, saya tak pernah merasa ada beban atau tekanan apapun. Saya menulis karna memang ingin menulis. Tak pernah ada orang yang memaksa saya. Saya juga tak pernah memaksa diri untuk kerja lembur demi target tertentu. Saya lebih memilih memanfaatkan jam kantor dengan sebaik-sebaiknya, alih-alih lembur, jika memang sedang mengejar target.

Meski bukan (lebih tepatnya belum karna impian saya ingin punya kantor sendiri) anak kantoran, saya selalu memberlakukan jam kantor dalam bekerja. Biasanya, saya akan mulai membuka membuka laptop mulai pukul 8 hingga jam 4 sore. Kadang juga bisa lebih pagi. Malamnya, saya lebih memilih untuk main bersama teman. Atau ketika sedang malas keluar, saya bisa biasanya akan menonton film (di laptop) atau membaca novel. Saya jarang sekali kerja lembur. Alasannya ya itu tadi, saya tak pernah merasakan tekanan atau tuntutan untuk segera mencapai target tertentu. Lagipula, saya ingin hidup saya berjalan seimbang. Kerja terus-terusan itu tidak baik untuk kesehatan dan keseimbangan otak. Bener gak sih?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *