Nyarinya Satu, Dapetnya Dua

20131015_172959

Kita tak ‘kan bisa berlari dari kenyataan bahwa kita manusia tempatnya salah dan lupa” -Cintailah Cinta, Dewa

Saya nggak ngerti apa hubungannya potongan lirik lagu diatas sama postingan yang akan saya buat ini. Yang jelas saya tak pernah meragukan kebenaran tentang peryataan lirik tersebut. Selayaknya manusia yang selalu belajar memahami kehidupan, kesalahan pasti pernah diperbuat

Orang bijak mengatakan bahwa berbuat kesalahan adalah cara terbaik untuk belajar. Tak ada satupun manusia di dunia ini yang tak pernah melakukan kesalahan. Bahkan sejarah manusia pun dimulai dari kesalahan Nabi Adam memakan buah Kuldi di surga

Hari Selasa kemarin (15/10/2013), saya menghubungi teman saya di Wonogiri. Saya pengen main kesana. Niat awal saya mau berbagi cerita tentang beberapa masalah kecil yang sedang saya alami akhir-akhir ini. Saya jarang benget cerita sama orang soal masalah pribadi, kecuali kalau sudah benar-benar mentok. Jadi kemaren itu emang saya udah mentok banget. Nah, Wonogiri itu kan daerah pegunungan gitu, saya diajak muter-muter sama temen saya itu. Nyari tempat yang asik buat menikmati sunset

Surprisingly, kita nemu tempat yang keren banget buat melihat matahari yang nggak bisa berenang itu tenggelam di ufuk barat. Rona jingganya benar-benar sempurna banget. Kebetulan tempatnya itu memang di puncak pegunungan, tapi motor bisa sampai kesana meski harus ngeden. Katanya tempat itu biasa digunakan buat landasan paralayang, cuman jarang dipake. Jadi memang ya, Tuhan itu nggak pernah nyia-nyiain niat baik hambaNya. Niatnya cuma cari kuping buat curhat, eh dapat bonus pemandangan keren.

Terima kasih semesta untuk senjanya yang awuwu :3

Comments

    1. Post
      Author
    1. Post
      Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *