Pantai Klayar

Berjalan di tepi pantai,

tertiup angin berhembus

Sejukkan hati, damaikan diri.

Melihat biru

………………

Hidupku kan damaikan hatimu, Caffeine

Angin pantai memang penuh dengan ketenangan. Sayang sudah jarang pantai di Indonesia yang masih bersih. Kebanyakan sudah kotor akibat tak terawat atau ulah dari pengunjung yang seenaknya sendiri. Pantai Klayar di Pacitan adalah salah satu pantai yang masih biru dan bersih, sangat cocok untuk mencari inspirasi dan melepas penat. Minggu 22/05/2011 saya dan teman-teman. Ada Iphin, Ucup, Toni, Juna, Bandung dan Jipenk berangkat kesana rame-rame naik motor. Jarak tempuh dari kota Solo kira-kira 3,5 jam dengan kecepatan rata-rata 60 KM/jam atau sekitar 210 KM. Berangkat sekitar jam 09.00 dengan terlebih dulu ngumpul di kos #HariGug sang superstar. Setelah para peserta ngumpul kita langsung tancap gas dengan formasi 2-2-2-1. Karena pesertanya ganjil terpaksa si Iphin naik motor sendiri. Rute perjalanan melewati Sukoharjo dan Wonogiri. Berhubung saya belum pernah kesana maka saya just follow aja. Yang penting sampai :D. Sekitar setengah jam perjalanan kami sampai di Wonogiri dan melewati waduk Gajah Mungkur. Kami berhenti sejenak untuk minum. Saya sempatkan untuk memotret waduk Gajah Mungkur yang pagi itu terlihat begitu indah dari atas jembatan. Selesai minum perjalanan dilanjutkan. Jalanan menuju pantai Klayar rupanya cukup membuat bokong panas, sepanas matahari siang itu yang setia menemani perjalanan kami. Jalanan yang rusak plus sempit membuat kami harus berhati-hati. Sepanjang perjalanan saya sengaja nyanyi-nyanyi dan teriak-teriak ngasal untuk mengusir rasa bosan dan biar nggak ngantuk . Hal yang sama juga dilakukan oleh teman-teman lain kecuali #HariGug karena dia memang nggak ikut :D. 

Pantai Klayar letaknya tersembunyi di balik bukit sehingga jalan menuju kesana agak kurang bersahabat bagi kalian yang tidak biasa perjalanan jauh. Jalan yang dilewati adalah area perbukitan sehingga banyak terdapat tebing yang cukup curam. Sepanjang perjalanan banyak dijumpai banyak pohon-pohon kelapa yang banyak tumbuh dipinggir jalan dan perkebunan.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 2,5 jam, kira-kira jam 13.30 WIB akhirnya kami sampai di pantai Klayar. Harga tiket masuk Rp 3.500 untuk satu orang. Kami langsung takjub dengan keindahan alami pantai Klayar yang terlihat sangat biru berpadu dengan pasir putih serta batu-batu karang yang menambah sempurna keindahan pantai Klayar. Setelah ambil parkir kami langsung foto-foto. Sebelum bermain-main kami mampir di salah satu warung untuk makan siang. Es kelapa muda dan ikan laut menjadi perpaduan menu yang pas siang itu. Sembari tetap menikmati keindahan pantai kami menyantap menu makan siang yang telah tersaji bersama segelas es kelapa muda yang dicampur dengan gula jawa dan terasa begitu nikmat di tenggorokan. Beberapa menit kami ngobrol-ngobrol santai tanpa topik di warung dan saya tetap memandang bentangan biru di depan yang jarang sekali saya lihat. Sungguh pemandangan yang aduhai dan memanjakan mata.

Selepas makan siang kami lanjutkan untuk bermain-main di pantai, bercinta dengan pasir, bercanda dengan ombak, dan bernyanyi dengan angin :D. Yang menarik dari pantai ini adalah banyaknya batu karang yang memungkinkan kita untuk memandang ke laut lepas dari ketinggian, juga gubuk kecil yang terdapat di tepian tebing mirip pura di Tanah Lot, Bali yang nampaknya sengaja dibuat untuk menikmati pemandangan laut. Kami sempat bertemu dengan bule yang kebetulan lewat dan kamipun meminta si bule untuk berfoto bersama

Sekitar 100 M dari bibir pantai terdapat pohon-pohon Pandan yang menambah pemandangan alami ini tampak begitu memukau dan memanjakan mata siapapun yang melihat. Di salah satu batu karang terdapat sebuah lubang kecil pertemuan antara dua buah batu karang yang dibawahnya terdapat semacam lorong sehingga ketika ombak datang dari tengah laut akan menyebabkan tekanan air dan membulkan pancuran air ke permukaan karang. Indah sekali. Meski terdapat himbuauan untuk tidak mendekati salah satu area yang dikatakan berbahaya, kami tetap nekat. Dan memang terdapat keindahan lain disana. Diatas batu karang kami bertujuh menikmati angin yang benar-benar terasa sangat berbeda. Menikmati warna biru alami.

Semakin sore suasana semakin asik. Setelah cukup puas bermain kami duduk santai di pinggir pantai sambil menikmati kelapa muda yang kami beli dari salah satu warung seharga Rp.5000 tiap buah. Kami menikmati buah kelapa sambil tetap memandang pantai yang entah kenapa bagi saya terlihat begitu cantik. Sangat cantik.

Sekitar jam 16.10 akhirnya kami meninggalkan panti Klayar dengan kesan yang sungguh luar biasa. Anugrah Sang kuasa memang tiasa duanya. Mempesona

Thanks to :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *