Puisi Malam Minggu

Teman, ingatkah engkau ketika kita tertawa bersama diantara ramainya lampu-lampu kota?
Lalu kita berlari diantara angin malam yg tak pernah berhenti membelai tubuh kita
Kita berbaring di jalanan dan bertingkah layaknya Carlie Chaplin
Dan dg petikan gitar merdumu kita menunjuk beberapa rasi bintang
Bulanpun ikut tersenyum menyaksikan kita

Kesepian seakan menjadi kawan akrab kita
Melewati malam Minggu yg kelabu, waktu demi waktu
Kita tak pernah berhenti bercerita
Tentang lugunya masa lalu atau abstraknya masa depan
Kita memang pengkhayal sejati, bukan?

Hahaha, teman aku tertawa. Betapa naifnya kita
Ada yg menangis haru di gedung-gedung bioskop
Menikmati komersialitas cinta, menghabiskan waktu bersama orang-orang istimewa
Tapi kita tetap saja disini, dibawah langit malam kita yg istimewa

Dan, teman
Malam Minggu ini aku masih disini
Menikmati kopi susu seperti yg kita lakukan di masa lalu
Bersama bayanganmu yg menari diantara bintang
Serta coretan-coretan masa lalu kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *