Seberapa sering?

Tulisan ini saya ambil dari blog temen. Tentang seberapa sering kita memikirkan diri sendiri tanpa memperdulikan kiri-kanan pada orang yg bernasib tak seberuntung kita. Kita memang termasuk orang yg beruntung karna masih bisa bilang “hari ini makan apa ya?” atau “hari ini makan dimana ya?”. Sementara ada disekiling kita ada yg bahkan tak sanggup mengucapkan kata-kata itu. Atau ketika kita masih bisa merencanakan tentang liburan bulan depan, menikmati udara gunung, bermain dengan ombak pantai bersama teman-teman. Sementara ada disekiling kita yg bahkan tak tahu caranya tertawa. Sudahkah kita bersyukur? Alhamdilah. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

Seberapa sering kita bertanya “Kenapa aku yang mendapat susah? Kenapa bukan dia?”, sementara kita tidak pernah bertanya “Kenapa aku yang diberi rejeki? Kenapa bukan dia?”. Sering kah?

 
Seberapa sering kita bingung “makan dimana kita hari ini?”, sementara tanpa pernah membingungkan “makan apa mereka hari ini?”. Sering kah?

 
Seberapa sering kita memberi sesuatu untuk kekasih yang tidak dia butuhkan, sementara tidak pernah untuk menyumbang sepeser ke orang yang membutuhkan. Sering kah?

 
Seberapa sering kita membahagiakan diri sendiri, tanpa peduli banyak yang kesusahan di luar sana? Sering kah?

 
Seberapa sering kita memanggil nama kekasih, sampai-sampai tidak ada waktu untuk menggumamkan nama Tuhan-mu. Sering kah?

 
Sering kali kita berdoa kepada Tuhan, meminta apa yang kita inginkan. Tapi sering kali Tuhan memberi jawaban yang salah. Tidak. Dia tidak salah. Dia memberi apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *