Sehari Full Plus Dua Cangkir Kopi Untuk Satu Artikel

imajinasi jam

Saat ini saya sedang mengembangkan sebuah project blog baru berbahasa Inggris di bettertechtips.com. Saya memilih tema teknologi karna memang punya kompetensi di bidang ini. Kebetulan saya adalah lulusan Teknik Informatika.

Dengan kemampuan Bahasa Inggris yang amat sangat pas-pasan, tidak mudah bagi saya untuk menyelesaikan sebuah artikel. Kadang, saya butuh satu hari full plus lebih dari secangkir Good Day untuk artikel yang panjangnya lebih dari 1.000 kata. Ga ngabisin waktu tuh? Kenapa ga ngrekrut orang aja?

Pertama. Iya, menghabiskan sehari full untuk sebuah artikel blog memang kedengarannya berlebihan. Tapi saya termasuk seorang blogger yangg sangat peduli dengan konten. Saya sudah sering melakukan hal yg sama untuk yukpiknik.com, yakni menghabiskan waktu sehari full untuk satu buah artikel. Dan hasilnya sejauh ini tidak mengecewakan. Makudnya?

Jadi begini. Anggap saja artikel yang kita tulis itu adalah bibit semangka. Semakin bagus bibit yang kita tanam tentu akan semakin bagus pula kwalitas buah semangka yang akan kita petik. Asalkan kita merawatnya dengan baik, tentu saja. Dalam konteks artikel blog, sebuah artikel yang bagus biasanya akan mendapatkan lebih banyak share yang juga akan berpengaruh pada mesin pencari. Dan biasanya (sepanjang yang saya alami), jika sebuah artikel bagus sudah berada di halaman pertama mesin pencari, ia akan berada di sana dalam waktu yang lama.

Jadi sebenarnya (bagi seorang blogger) membuat konten yang bagus itu adalah investasi. Kwalitas itu kadang (atau malah sering) memang lebih penting daripada kwantitas. Untuk hal ini kita bisa belajar pada sang maestro Steve Jobs: bikin sedikit produk tapi dengan kwalitas dan harga premium.

Kedua. Sebagaimama yukpiknik.com, saya juga memproyeksikan bettertechtips sebagai proyek jangka panjang. Niat untuk merekrut orang memang ada tapi belum dalam waktu dekat.

Saya berharap nantinya bettertechtips.com bisa memberikan manfaat untuk orang lain (selain pembaca). Misalnya, jika ada lulusan dari kampus saya yang kesulitan mendapatkan pekerjaan dan kebetulan ia punya kemampuan menulis dalam Bahasa Inggris, saya bisa mengajaknya untuk menjadi bagian dari bettertechtips.com

Jujur saya agak iri sama orang-orang India. Beberapa kali saya membaca artikel di situs TI berbahasa Inggris yang ditulis oleh orang India. Belum pernah sekalipun saya mendapati orang Indonesia di blog/sutis berbahasa Inggris.

Jadi begitu. Saya lebih memilih menghabiskan banyak waktu untuk sebuah artikel yang lebih berkwalitas, alih-alih banyak tapi kwalitasnya kurang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *