Terima kasih

Malam ini saya hanya duduk di teras rumah sembari menatap bintang-bintang yg sedang memamerkan cahaya-cahaya indahnya. Tp rasanya bagai terbang diatas utopia menikmati segala keindahan semesta yg belum pernah tertulis dalam buku dongeng manapun. Indah tak terkira

Entah sudah berapa kali saya merasakan suasana seperti ini. Duduk bersama secangkir kopi susu hangat menikmati malam. Suasana seperti ini biasanya spontanitas. Tak terencana. Dan malam ini wake me up when September ends dari greenday seperti menjadi back song dalam scene romantis di akhir Agustus.

Sekali lagi aku ucapkan syukur atas anugrah, rezeki dan segala fasilitas gratis yg telah Engkau ciptakan ya Tuhan. Mata, telinga, mulut, hidung, tangan, kaki dan segala organ yg telah engkau berikan padaku. Juga otak idiot sok jenius yang akan selalu belajar menjadi manusia sosial yg bermanfaat secara horisontal bagi sesama. Terima Kasih untuk setiap kesempatan yg Engkau berikan. Berikanlah cahayaMu pada setiap langkah yg kutempuh, embunMu pada setiap pagi yg kujelang, perlindunganMu di sepanjang hidupku. Kaulah segalaku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *