wireless

Jaringan nirkabel atau dalam bahasa yang lebih keren sering disebut dengan wireless merupakan bentuk perkembangan dari jaringan berkabel yang sudah ada sebelumnya. Dalam jaringan nirkabel ini dua komputer atau lebih dapat saling berkomunikasi antara satu dengan yang lain tanpa menggunakan media kabel. Jaringan nirkabel terus mengalami perkembangan seiring dengan mobilitas manusia yang kian hari kian tinggi. Kini kapanpun dan dimanapun seseorang dapat terhubung ke jaringan internet tanpa memerlukan media penghubung fisik berupa kabel. Seseorang dapat terhubung ke internet hanya dengan menggunakan hanphone atau PDA. Sejarah jaringan wireless di mulai sekitar tahun 1971 di hawai. Pada saat itu universitas hawai berhasil menghungkan beberapa komputer yang ada di kepulauan tersebut tanpa menggunaka kabel telepon. Secara teknis peralatan jaringan nirkabel yang digunakan saat ini telah mengacu pada standart IEEE (institute of electrical and electronic enginering) 802.11x.x

IEEE 802.11 2.4Ghz 2Mbps

IEEE 802.11a 5GHz 54Mps

IEEE 802.11a 2X 5GHz 108Mbps

IEEE 802.11b 2.4GHZ 11Mbps

IEEE 802.11b+ 2.4GHz 22Mbps

IEEE 802.11g 802.11n 120Mbps

Media transmisi yang digunakan dalam jaringan nirkabel bisa beriupa sinar infra merah atau gelombang radio. Bentuk jaringan nirkabel dapat berupa PAN (personal area network), WLAN (wireless Loal Area Network), WMAN (wireless metropolitan network), dan WWAN (wireless wide area network)

PAN

jaringan nirkabel jenis ini memiliki jangkauan yang relatif pendek hanya sekitar 15 meter saja dan hanya efektif untuk memenuhi kebutuhan ruang lingkup yang pribadi. Performa jaringan nirkabel PAN juga sangat minim atau mungkin lebih tepat disebut sedang yakni hanya dengan kecepatan transfer rate 2Mbps. Contoh Aplikasi PAN nirkabel dalam kehidupan sehari-hari sangat banyak misal ketika kita sedang mengirim file dari PDA atau handphone ke laptop melalui infrared atau bluetooth atau sebaliknya dari laptop ke PDA maka pada saat itu kedua perangkat tersebut sedang menerapakan konsep PAN nirkabel. Atau contoh lain yang lebih modern adalah ketika seseorang sedang mengendarai sepeda motor sambil mendengarkan musik melalui headset bluetooth, dalam hal ini si pengendara sepeda motor juga sedang menerapkan konsep PAN nirkabel. Kebanyakan PAN nirkabel menggunakan gelombang radio untuk menyampaikan informasi melalui udara. Sebagai contoh yang paling banyak digunakan mungkin adalah bluetooth. Bluetooth bekerja pada pita frekuensi 2.4 Ghz dengan jangkauan sekitar 15 meter dengan kemampuan kecepatan data 2 Mbps. Bluetooth mengacu pada standart institute of electrical and electronic enginering (IEEE)802.15. Selain bluetooth media lain yang populer digunakan untuk PAN nirkabel adalah sinar inframerah. Spesifikasi infrared data assosiation (IrDA) menetapkan bahwa penggunaan sinar inframerah mampu menjangkau hingga jarak 1 meter dan dengan kecepatan 4 Mbps. Kelebihan inframerah dibandingkan dengan bluetooth adalah terbebas dari interferensi gelombang radio. Namun kosekuensinya adalah harus menerapkan istilah line of sight (jalur lurus dari antena ke horison yang merepresentasikan jangkauan normal perambatan interval frekuensi tinggi) antar peangkat yang terlibat koneksi. Dalam hal ini antara perangkat yang terlibat koneksi tidak boleh terdapat hambatan. Misal dinding ruangan menghalangi lintasan lintasan sinar inframerah sehingga mengurangi manfaat perangkat nirkabel pada lingkungan yang kecil atau bahkan dapat menebabkan koneksi antara kedua perangkat terjadi kegagalan.

LAN nirkabel

dalam suatu area tertentu yang masih terdapat sinyal internet atau yang lebih dikenal dengan hotspot area, seseorang yang mempunyai perangkat jaringan misal berupa PDA atau laptop dapat melakukan komikasi melaui internet selama perangkat tersebut dilengkapi dengan perangkat pendukung lain seperti antena penerima. Transaksi yang dilakukan misalnya mengirim dan menerima email, melihat video streaming, diskusi di mailing list (milis) atau aktifitas lain yang menggunakan media internet. Zaman sekarang sangat mudah menemukan hotspot area. Di berbagai sarana publik seperti bandara, taman kota dan cafe sekarang sudah banyak yang dilengkapi dengan fasilitas wireless internet. Jaringan LAN nirkabel juga sudah banyak diterapkan di beberapa instansi pendidikan seperti kampus dan sekolah. Jaringan LAN nirkabel sebenarnya hampir serupa dengan jaringa ethernet tradisional dalam performa. Standart yang lazim digunakan dalam jaringan LAN nirkabel adalah IEEE 802.11 dengan pita frekuensi 2.4 Ghz dan 5 Ghz. Masalah yang muncul dalam jaringan LAN nirkabel adalah adannya interoperabilitas diantara berbagai versi standart. Misalnya perangkat nirkabel yang menggunakan adapter IEEE 802.11a tidak akan dapat berkomunikasi dengan perangkat yang menggunakan adapter IEEE 802.11b. Untuk memecahkan permasalahan mengenai interoperabilitas standarisasi 802.11 ini perserikatan Wi-Fi memasukkan fungsi-fungsi 802.11 yang sejenis ke dalam standart yang disebut dengan Wi-Fi (wireless fidelity). Hal ini mengandung arti bahwa setiap perangkat LAN yang mengikuti Wi-Fi berarti ada jaminan bahwa perangkat tersebut bisa berinteroperabel dengan produk-produk Wi-Fi lainnya. Keterbukaan Wi-Fi tersebut menjamin pengguna yang berlainan dapat bekerja pada LAN nirkabel yang sama. Hal ini sangat penting dalam LAN nirkabel. Kecepatan data LAN nirkabel adalah sekitar 54 Mbps.

MAN nirkabel

sama halnya dengan jaringan MAN berkabel, MAN nirkabel juga mengcover area seukuran kota. MAN nirkabel sangat menguntungkan bila sambungan dengan kabel seperti Digital subsriber Line (DSL)dan modem kabel tidak mungkin dilaksanakan. MAN nirkabel benar-benar menjadi efektif bila sistem jaringan berkabel mustahil untuk diimplementasikan atau biaya untuk pengadaanya terlalu mahal. Performa jaringan MAN nirkabel beragam. Koneksi yang menggunakan sinar inframerah diantara gedung-gedung dapat mencapai 100 Gbps atau bahkan lebih, sedangkan sambungan radio yang menjangkau radius 20 mil hanya mampu menghasilkan 100 Kbps. Namun performa yang sesungguhnya tergantung dari kualitas komponen yang digunakan dan tekhnologi yang diterapkan. Berbagai tawaran MAN nirkabel telah dipasarkan, tetapi industri mulai menetapkan pemakaian standart. Beberapa vendor memanfaatkan standart IEEE 802.11 sebagai basis MAN nirkabel. semetara penggunaan sistem 802.11 sudah optimum untuk memenuhi kebutuhan didalam gedung, solusi 802.11 dapat menghubungkan gedung-gedung di kota metropolitan dengan antene yang memfokuskan transmisi pusat penampungan sinyal pada satu arah. Berbagai perusahaan kini mulai menerapkan sistem IEEE 802.16, sebuah standart yang relatif baru yang produk-produknya baru saja tersedia. IEEE 802.16 menawarkan solusi yang telah distandarisasi untuk pemakaian MAN nirkabel yang efektif dengan performa dalam megabit per secon dengan jangkauan yang cukup luas. Pada akhirnya IEEE 802.16 sangat mungkin menjadi standart umum untuk MAN nirkabel.

WAN nirkabel

WAN nirkabel seperti halnya WAN tradisional berkabel juga mencakup area yang luas. Yakni sekitar negara dan benua. Kecepatan normalnya adalah sekitar 56 Kbps namun dalam keadaan tertentu mampu mencapai 170Kbps. Aplikasi WAN memungkinkan pengguna mengakses internet, mengirim dan meneriman email, dan mengakses aplikasi korporat saat berada jauh dari rumah dan kantor. WAN nirkabel dapat menjangkau lebih banyak tempat daripada jaringan nirkabel lainnya karena memungkinkan pengguna menjalankan kegiatan dan menikmati waktu luangnya dari berbagai lokasi.

Standar WAN nirkabel perlahan-lahan bersaing dan berkembang, contoh standart WAN nirkabel adalah Celluler Digital Packet Data (CDPD) merupakan tekhnologi lawas yang memungkinkan transmisi data melalui sistem telepon sel analog dengan kecepatan 19,2 Kbps. Beberapa perusahaan masih menawarkan CDPD Amerika serikat, tapi CDPD semakin ketinggalan zaman sejak operator telekomunikasi berakih ke sistem telekomunikasi generasi ke tiga (3G) dengan kecepatan data dalam kisaran megabit perdetik. Persoalan yang berkaitan dengan penyebaran WAN nirkabel adalah bahwa tekhnologi tersebut tidak menjangkau fasilitas-fasilitas dalam ruangan, seperti rumah dan perkantoran. Dikarenakan peralatan WAN nirkabel berada di ruang ruangan dan jangkauan yang relatif luas maka kemungkinan loss sinyal radio akibat merambat melalui udara semakin besar meskipun hal bisa diatasi dengan perangkat-perangkat tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *